Pertanyaan seperti itu cukup sering muncul dari seorang ikhwan kepada seorang akhwat ketika mereka sedang menjalani proses menuju pernikahan. Entah itu pertanyaan iseng atau serius atau bahkan pertanyaan dalam bentuk ujian untuk mengetahui tingkat keimanan si akhwat bagaimana penerimaannya terhadap syari’at Islam. Tapi yang jelas, ketika akhwat diberikan pertanyaan “siap tidak dipoligami?” atau pertanyaan semisal yang mengarah kesana, maka yang terjadi adalah adanya konflik dalam diri si akhwat. Maka lewat tulisan yang sangat sederhana ini, saya ingin memberikan sebuah nasehat kepada ikhwan dan akhwat sekalian yang sedang menapaki perjalanan menuju pernikahan yang saya ramu dari nasehat orang-orang yang berilmu dan orang-orang yang mencintai saya karena Allah Ta’ala berdasarkan pengalaman mereka.
