Showing posts with label agama. Show all posts
Showing posts with label agama. Show all posts

Friday, November 25, 2011

KAIDAH-KAIDAH PENGAMBILAN SEBAB


Teringat akan momen yang sangat berharga saat Daurah Kitab Tauhid, waktu itu dilaksanakan di sela-sela  liburan kuliah semester ganjil  di akhir januari 2010 dulu. Sebuah pembahasan yang cukup rumit namun menarik karena berhubungan dengan kehidupan kita sehari-hari. Ustadz Hari Badar hafizhahullahu menjelaskan secara detail dengan contoh yang sederhana dalam kehidupan kita yang memang tidak bisa terlepas dari Tauhid ini. Kitab yang berukuran kecil ini baru dibuka lagi setelah cukup lama. Sebuah pembahasan menarik yang berhubungan dengan jawaban setiap pertanyaan “perbuatan ini  dan  itu maksiat ataukah syirik ya?” maka dari itu, sangat urgen untuk kita memahaminya. Jawaban itu tertuang dalam bahasan “kaidah-kaidah pengambilan sebab” yang berada pada bab ke-6 yaitu bagian dari syirik adalah dengan memakai gelang, benang dan sejenisnya sebagai pengusir atau penangkal mara bahaya.

Peramal Jalanan


Sebuah kejadian yang cukup ironis yang membuat saya menuangkan tulisan mengenai salah satu pengalaman di Bandung. Pada saat itu, malam hari ba’da isya, saya keluar rumah karena udzur yaitu dalam keperluan membelikan titipan orangtua yang akan dibawa pulang besok pagi. Ternyata kehidupan malam di daerah tempat tinggalku (kebon kalapa) lebih tidak sedap di pandang mata daripada keruwetannya di siang hari. Di sepanjang trotoar jalan dari mesjid raya Bandung  menuju kostan, saya bertemu banyak sekali penjual yang hanya berjualan di waktu malam, dari mulai berjualan barang dan jasa yang halal maupun yang haram cukup lengkap.

TERAPI CINTA BERDASARKAN SUNNAH (Bagian 3)


فصل والمقصود: أنَّ العشق لما كان مرضاً مِن الأمراض، كان قابلاً للعلاج، وله أنواع مِن العِلاج، فإن كان مما للعاشق سبيلٌ إلى وصل محبوبه شرعاً وقدْراً، فهو علاجه، كما ثبت فى
"الصحيحين" من حديث ابن مسعود رضى الله عنه، قال: قال رسولُ الله صلى الله عليه وسلم: " يا معشر الشَّبَاب ؛ مَن استطاع منكم الباءةَ فلْيتزوَّج، ومَن لم يستطِعْ فعليه بالصَّوْم، فإنَّه له وِجَاءٌ ". فدَل المحبَّ على علاجين: أصلىٍّ، وبدلىٍّ. وأمره بالأصلى، وهو العلاج الذى وُضع لهذا الداء، فلا ينبغى العدولُ عنه إلى غيره ما وَجد إليه سبيلاً.

TERAPI CINTA BERDASARKAN SUNNAH (Bagian 2)



فصل وعشقُ الصُّوَر إنما تُبتلى به القلوبُ الفارغة مِن محبة الله تعالى، المُعْرِضةُ عنه، المتعوِّضةُ بغيره عنه، فإذا امتلأَ القلبُ من محبة الله والشوق إلى لقائه، دفَع ذلك عنه مرضَ عشق الصور، ولهذا قال تعالى فى حقِّ يوسف: {كَذَلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوءَ وَالْفَحْشَاءَ، إنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ} [يوسف: 24]، فدلَّ على أن الإخلاص سببٌ لدفع العشق وما يترتَّبُ عليه من السوء والفحشاء التى هى ثمرتُه ونتيجتُه، فصرفُ المسبب صرفٌ لسببه، ولهذا قال بعضُ السَّلَف: العشقُ حركة قلب فارغ، يعنى فارغاً مما سوى معشوقه. قال تعالى: {وَأَصْبَحَ فُؤَادُ أُمِّ مُوسَى فَارِغاً} [القصص: 11]، إن كَادَتْ لَتُبْدِى بِهِ أى: فارغاً من كل شىء إلا من موسى لفرطِ محبتها له، وتعلُّقِ قلبها به
والعشق مُرَكَّب من أمرين: استحسانٍ للمعشوق، وطمع فى الوصول إليه، فمتى انتفى أحدهُما انتفى العشقُ،
وقد أعيتْ عِلَّةُ العشق على كثير من العقلاء، وتكلم فيهابعضهم بكلام يُرغَب عن ذكره إلى الصواب.

TERAPI CINTA BERDASARKAN SUNNAH (Bagian 1)

 
بسم الله الرحمن الرحيم


Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala Tuhan semesta alam. Dan kepada Nabiyullah Muhammad shallallahu 'alahi wa sallam semoga senantiasa terlimpahkan shalawat dan salam yang telah membawa cahaya terang kepada manusia menuju jalan yang haq.
Pada kesempatan yang Allah berikan pada tulisan saya kali ini, saya mencoba belajar menterjemahkan sebuah kitab yaitu at-Tibun Nabawi yang ditulis oleh seorang ulama besar Ibnu Qayyim al-Jauziyah rahimahullahu yang dibantu diterjemahkan oleh teman-teman sema’had dan sekajian yang kebetulan belajar bahasa arab bersama karena kemampuan penulis yang masih sangat terbatas.

Wednesday, July 20, 2011

HADIAH APA YANG AKAN ENGKAU BERIKAN KEPADA ORANGTUAMU?


Just for share... sebentar lagi aku lulus kuliah.. aku melihat kedua orangtuaku, mereka sudah lanjut usia, betapa sulit masa-masa hidup yang mereka alami, betapa banyak yang mereka korbankan demi anak-anaknya... Demi Allah, sebagai anak aku ingin sekali membahagiakan mereka baik di dunia dan di akherat untuk membalas semua kebaikan mereka yang tak dapat dihitung dengan bilangan dan angka matematis...